Salah satu penyebab utawa penyakit yang ditularkan dari makanan berasal dari kotoran hewan yang mencemari buah dan sayuran yang segar. Banyaknya penjual sayur dan buah yang menjual sayur dan buah-buahannya dari kebun, dikhawatirkan akan tekontaminasi kotoran hewan.

Seorang tenaga penyuluh senior dari the University of Conneticut yang bernama Diane Wright Hirch mengatakan bahwa banyaknya bibit penyakit yang mempengaruhi keamanan makanan berasal dari sistem pencernaan hewan.

“Sumber bakteri seperti Salmonella, E.coli, parasit dan mikroba penyakit lainnya yang terkait dengan pencemaran makanan dapat berasal dari kotoran manusia, anjing, kucing, sapi, maupun rusa,” jelas Hirsch.

Wabah dari bakteri E. coli sudah ditemukan pada daging, daging unggas, sayur dan buah khusunya selada. Bakteri Salmonella juga ditemukan pada telur, daging unggas, daging babi, tauge, mentimun, dan juga blewah.

Lembar fakta yang dipublikasikan University of Conneticut menggatakan bahwa bakteri lainnya seperti listeria monocytogenes bisa dijumpai hampir di seluruh makanan seperti daging yang diproses, keju, apel, dan sayuran beku.

Maka dari itu banyak pasar yang telah melarang anjing untuk berlalu-lalang di sekitar pasar, makanan, maupun sayur dan buah yang dipajang. Olney Farmers and Artist Market di Maryland selama bertahun-tahun berupaya untuk melarang keberadaan anjing.  Beberapa pemilik anjing peliharaan merasa marah mengenai larangan ini, namun 11 musim kemudian keberatan dari pemilik anjing peliharaan sudah tidak terdengar lagi.

Sumber :

https://www.voaindonesia.com/a/hindari-kontaminasi-sayur-sayuran-dan-buah-buahan-lewat-kotoran-hewan-peliharaan/4898864.html