Menurut penelitian yang baru dirilis dari kantor berita AFP, ditemukan serpihan plastik dalam perut hewan laut yag hidup di palung terdalam Samudra.

Lebih dari 300 juta ton plastik diproduksi setiap tahun dan setidaknya terdapat lima triliun potongan plastik yang mengambang di atas lautan kita.

Bahkan tim peneliti Inggris mengatakan bahwa mereka menemukan kasus penemuan plastik yang terdapat pada pencernaan udang kecil di enam palung laut terdalam di dunia. Bahkan di Palung Mariana di timur Filipina, sebuah daerah terdalam di bumi, hasilnya 100 persen hewan yang diteliti memiliki serat plastik di dalam saluran pencernaan mereka.

Jamieson dan timnya biasanya menghabiskan waktu untuk mencari spesies baru di kedalaman lautan. Selama satu decade ini mereka telah mengumpulkan puluhan spesies udang kecil yang hidup di antara 6.000-11.000 meter di bawah permukaan laut. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk mencari plastik.

Kedalaman laut yang ekstrem ini membuat tim keheranan. Bahkan di Palung Peru-Chili di Pasifik tenggara yang berjarak sekitar 15.000 kilometer dari Palung Jepang, tetap ditemukan plastik.

Kontaminasi plastik yang begitu luas ini, bahkan sampai pada kedalaman yang ekstrem, tim memperingatkan bahwa hampir tidak mungkin mengetahui efek menelan plastik pada spesies yang tinggal di bagian terdalam.

Sumber :

https://www.voaindonesia.com/a/plastik-ditemukan-dalam-perut-hewan-di-palung-laut-terdalam-/4809053.html