Laporan yang dirancang oleh Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services sudah memasuki kajian akhir di Paris. Laporan yang dibuat selama tiga tahun itu memaparkan rencana penyelamatan keanekaragaman hayati yang mulai hilang.

Seluruh dunia memang banyak kehilangan sejumlah besar keanekaragaman hayati, bahkan sebagian pihak memperkirakan 50% keanekaragaman hayati planet bumi akan hilang di abad ini. Laporan terbaru yang dibuat oleh Intergovernmental Science Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services (IPBES) akan memaparkan sangat jelas mengenai kerusakan yang telah kita lakukan di bumi.

Selain membutuhkan waktu selama tiga tahun, laporan ini juga memakan biaya lebih dari dua juta dolar untuk menulis dan memproduksinya. Tujuannya tak lain untuk memperkirakan dunia seperti apa yang memungkinkan pertumbuhan manusia sekaligus mempertahankan keanekaragaman hayati dunia.

“Ketika kita memiliki proyek pertanian, maka kita harus berpikir mengenai bagaimana menjaga keanekaragaman hayati dalam sistem pertanian. Jika kita memiliki proyek air maka bagaimana kita benar-benar memperluas proyek air tanpa merusak keanekaragaman hayati,” ucap ketua IPBES Robert Watson.

Laporan ini didasarkan pada penelitian atas ribuan narasumber dan juga 150 pakar. Ulasannya mencakup dampak manusia terhadap lingkungan alam, mulai dari terumbu karang hingga samudera. Laporan penelitian mengenai keanekaragaman hayati dunia terakhir dirilis tahun 2005.

Sumber :

https://www.voaindonesia.com/a/para-pakar-kaji-rencana-penyelamatan-keanekaragaman-hayati-/4899883.html