Jumlah orangutan  Tapanuli yang sekitar 800, kini semakin terancam dan terusir dari habitat asli karena proyek pembangunan PLTA Batang Toru. Lokasi pembangunan ini dikenal sebagai tempat orangutan Tapanuli mencari makanan.

Populasi orangutan Tapanuli banyak ditemukan di blok bagian selatan, dimana tempat itu merupakan dataran rendah. Tempat tersebut menyediakan buah-buahan yang melimpah seperti madhuca laurifolia dan palaquium rostratum, dimana tempat ini menjadi habitat favorit orangutan Tapanuli.

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 510 Mega Watt (MW) ini berlokasi dibagian selatan hutan Batang Toru. Jika proyek ini terus dilanjutkan maka bisa membuat orangutan Tapanuli terusir.

Bisa saja orangutan Tapanuli ini dipindahkan ke dataran tinggi, namun di dataran tinggi tumbuhan buah-buahan tak sebanyak seperti di dataran rendah. Ini bisa menimbulkan konflik rebutan makanan antara orangutan Tapanuli dataran tinggi dengan dataran rendah.

Terdapat beberapa kemungkinan jika orangutan Tapanuli migrasi ke dataran tinggi. Pertama, seagian orangutan akan mati. Lalu, orangutan Tapanuli betina tidak akan bisa berproduksi dengan baik. Orangutan betina tidak bisa berovulasi dan melahirkan anak jika tidak mendapat makanan yang cukup.

Sumber :

https://www.voaindonesia.com/a/nasib-orangutan-tapanuli-di-tengah-mega-proyek-plta-batang-toru/4807299.html