Jepang menyerukan upaya untuk mengurangi angka emisi karbon dan mendorong penggunaan energi terbarukan dan juga energi nuklir. Upaya ini terus dilakukan meski Jepang pernah mengalami krisis pelelehan reaktor nuklir di Fukushima pada 2011 lalu.

Laporan resmi terbaru mengenai energi menyebutkan bahwa Jepang sedang menghadapi tugas mendesak untuk mengurangi emisi karbon yang berasal dari layanan umum yang sangat bergantung pada bahan bakar fosil untuk mengganti kekurangan energi nuklir yang lebih bersih.

Seruan ini mulai muncul sementara reaktor nuklir Fukushima secara perlahan mulai dioperasikan kembali di tengah-tengah sentimen anti-nuklir sejak krisis Fukushima pada tahun 2011. Jepang sendiri menginginkan pengembangan lebih lanjut mengenai energi terbarukan. Mereka menetapkan target 22 hingga 24 persen sambil mempertahankan penggunaan energi nuklir dengan level yang sama.

Jepang sendiri bertekad untuk mengurangi emisi karbon 26 persen dari kadar yang ada di tahun 2013 pada 2030. Jepang sendiri sejauh ini sudah mencapai pengurangan tujuh persen dan membuat kemajuan tetapi membutuhkan lebih banyak upaya. Dokumen yang sama juga mengatakan bahwa biaya energi terbarukan perlu diturunkan.

Di Jepang, energi terbarukan menyumbang sebesar 16 persen dari pasokan energi, energi nuklir juga berada pada level 3 persen pada tahun 2017, dibanding dengan target 20 persen hingga 22 persen. Batu bara dan gas alam sendiri menyumbang 74 persen pasokan untuk energi Jepang.

Sumber :

https://www.voaindonesia.com/a/jepang-berencana-kurangi-emisi-karbon-gunakan-lebih-banyak-energi-nuklir/4949811.html