Para ilmuwan di Australia menemukan sebuah jamur yang bisa mengikatkan dirinya dengan partikel  emas. Jamur merah jambu tersebut bisa menghiasi diri sendiri dengan partikel nano emas yang ditemukan di Australia Barat. Jamur ini ditemukan di tanah Boddington, berjarak 130 kilometer tenggara Perth di Australia.

Peneliti yakin bahwa jamur ini bisa menjadi indikator adanya cadangan emas dan berharap bahwa penemuaan ini bisa membantu para penambang untuk mempersempit fokus upaya galian. Diketahui jamur ini bisa melepaskan unsur kimia yang disebut dengan superoksida yang bisa melarutkan emas di dalam tanah. Selanjutnya jamur akan mencampur logam yang telah dilarutkan dengan unsur kimia lain untuk mengubahnya menjadi emas padat dalam bentuk partikel nano berukuran kecil.

Penelitian ini telah dilaksanakan oleh lembaga ilmu pengetahuan nasional Australia yaitu Organisasi Penelitian Industri dan Ilmu Pengetahuan Persemakmuran (CSIRO) yang yakin bahwa penemuan ini akan menjadi cara baru menambang emas. Jamur ini bisa mengindikasikan adanya emas dan mempersempit fokus pada daerah.

“Kemungkinan ini sangat baru karena emas pada umumnya bersifat sangat pasif ditinjau secara umum namun kami menemukan sebenarnya jamur ini dapat berinteraksi dengan emas dengan melarutkan emas,” ujar Dr. Tsing Bohu, seorang geo-mikrobiologis penyusun studi di CSIRO.

Penelitian ini telah dipublikasikan pada jurnal Nature Communications. Perlu diketahui bahwa Australia adalah produsen emas kedua terbesar di dunia, namun akhir-akhir ini output diperkirakan akan mengalami penurunan. Beberapa waktu lalu dua orang warga Australia telah menemukan biji emas berukuran besar yang bernilai puluhan ribu dollar di Australia Barat dan negara bagian Victoria.

Sumber :

https://www.voaindonesia.com/a/ilmuwan-temukan-jamur-penyuka-emas-di-australia/4935337.html