Budaya buang sampah sembarangan memang harus segera dihentikan sekarang juga. Hal ini berakibat juga pada kawasan pantai di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Pandeglang, Banten yang kini dipenuhi sampah. Sampah yang berasal dari angin timur ini mengancam habitat penyu dan dugong.

Sampah ini paling banyak ditemukan di Blok Laban atau persis di bagian leher di ujung pulau Jawa. Padahal kawasan ini merupakan habitat satwa laut khas Ujung Kulon seperti udang, lobster, penyu, hingga dugong.

Staf WWF Indonesia, Oji Paoji selaku yang melakukan penanaman mangrove di lokasi tersebut mengatakan bahwa sampah di Blok Laban selalu menumpuk di periode Februari-Maret. Beberapa sampah diduga berasal dari samudera Hindia karena terdapat kemasan botol berbahasa asing.

“Ini sangat mengganggu karena di sini tempat habitat asli penyu dan dugong. Jika dibiarkan akan mengganggu perkembangan udang di kawasan Ujung Kulon,” kata Oji.

Salah satu penyebabnya adalah perilaku buang sampah sembarangan yang dilakukan di pesisir Pandeglang ke muara hingga menyebabkan sampah terbawa ke Ujung Kulon. Saat ini kelompok warga Ujung Raya sedang gotong royong membersihkan sampah di lokasi. Berkarung-karung sampah dibersihkan dari pantai.

Sumber :

https://news.detik.com/berita/4467185/pantai-ujung-kulon-dipenuhi-sampah-habitat-penyu-dugong-terancam