Greenpeace melakukan beberapa kampanye untuk memerangi penggunaan plastik sekali pakai dengan cara unik, walau begitu mereka masih fokus terhadap pesan yang ingin disampaikan. Pada bulan Maret lalu para aktivis dan relawan mendatangi kantor pusat Unilever di Rotterdam, Belanda dengan mengirimkan monster plastik ke asalnya. Diikuti pada bulan April, Greenpeace kembali mengirim monster plastik di kantor Nestle di Filipina.

Kegiatan ini memiliki maksud untuk mengembalikan sampah-sampah plastik kepada asalnya (pembuat). Protes ini dilakukan setelah para aktivis, The Rainbow Warrior menemukan adanya sampah plastik di perairan Kepulauan Verde, Filipina. Padahal perairan tersebut terkenal sebagai salah satu perairan laut termini di dunia. Namun plastik kemasan yang tidak diolah mengotori lingkungan dan berujung di lautan.

Berdasarkan Global Alliance for Incinerator Alternatives, Unilever menjadi salah satu pembuat polusi plastik tertinggi di Filipina. Selain itu, terdapat Nestle yang menjadi salah satu produsen yang bersanding dengan Unilever. Setiap tahun Nestle memproduksi 1,7 ton plastik sebagai kemasan produk. Dari jumlah yang ada, 98 persen di antaranya merupakan plastik kemasan yang bersifat sekali pakai.

Gerakan Break Free from Plastic yang diadakan bulan April lalu mengantarkan monster plastik berbentuk ular bersamaan dengan “tagihan masyarakat Filipina” ke kantor Nestle yang ada di Filipina. Tagihan ini menggarisbahawi kerugian yang disebabkan oleh kemasan sekali pakai Nestle, dan juga meliputi kerugian pada kesehatan manuisa, pencemaran lingkungan, kematian satwa liar, kerugian pada mata pencaharian dan usaha, emisi gas rumah kaca, dan tantangan pengelolaan sampah.

“Banyak tim dari Unilever berinovasi dan menguji coba produk-produk dan berinisiatif menemukan solusi-solusi untuk isu kemasan plastik. Tim kami di Filipina mencoba (menjual) isi ulang sampo dan kondisioner,” tulisa tweet Alan Jope, CEO Unilever.

Sumber :

https://internasional.kompas.com/read/2019/03/27/14170361/monster-plastik-bentuk-protes-greenpeace-kepada-unilever-dan-nestl?page=all.