Mondelez merupakan pembeli minyak sawit terbesar di dunia, dimana produk yang hasilkan berupa Cadbury, Oreo, dan Ritz. Hasil investigasi menyebutkan Mondelez sudah melakukan perusakan hampir 25.000 hektar hutan habitat orangutan di Indonesia dengan kurun waktu dua tahun. Terhitung antara 2015 dan 2017, pemasok minyak sawit mereka telah menggunduli hutan lebih dari 70.000 hektar.

Tidak hanya berhenti disitu, pemasok minyak sawit untuk Mondelez juga diduga memperkerjakan anak-anak di bawah umur, penebangan ilegal, eksploitasi pekerja, kebakaran hutan, hingga perampasan tanah.  

Padahal pada tahun 2010, Mondelez sudah berjanji akan membersihkan pasokan sawit dari perusakan hutan. Lalu menerbitkan kebijakan ‘tanpa deforesti, tanpa gambut, tanpa eksploitasi’ pada tahun 2014. Greenpeace meminta kepada Mondelez untuk memutuskan kontrak pembelian minyak sawit dari Wilmar. Wilmar mendapat lebih dari 80% minyak sawit dari pihak ketiga, lalu gagal memantau operasi pemasok untuk memastikan tidak merusak hutan.

Wilmar mengklaim tuduhan dari Greenpeace bahwa Wilmar gagal memantau pasokan minyak karena kuran paham yang disengaja tentang pekerjaan yang dilakukan di lapangan. Mereka mengatakan bahwa jika pemasok mengulang perilaku tersebut, Wilmar akan menangguhkan perdagangan dengan pemasok.

Wilmar juga meminta agar Greenpeace walau kritis tetap konstruktif dan juga bisa memahami langkah-langkah yang diambil oleh pihak industri.

Sumber :

http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/releases/Perusahaan-biskuit-Oreo-masih-menggunakan-minyak-sawit-yang-berasal-dari-perusakan-habitat-orangutan-di-Indonesia/