Peningkatan Emisi Gas Rumah Kaca di Australia

Data terbaru menunjukkan bahwa emisi gas rumah kaca di Australia kembali mengalami peningkatan. Para pengkritik mulai mempertanyakan pernyataan Perdana Menteri Scott Morrison yang mengatakan bahwa Australia akan bisa memenuhi kewajiban Perjanjian Paris “dengan sangat mudah”. Tak sampai di situ, para pengkritik juga mempertanyakan pernyataan baru mengenai kebijakan iklim jika dilihat dari statistik polusi terbaru. Australia sendiri merupakan salah satu negara dengan emisi gas rumah kaca per capital terbesar di dunia.

Data pada kuartal terakhir di tahun 2018, emisi gas rumah kaca Australia naik 0,8 persen. Kenaikan ini dimulai sejak 2013 lalu yang disebabkan oleh sektor transportasi dan pertambangan. PBB sendiri sebelumnya sudah memperkirakan bahwa emisi gas rumah kaca di Australia mencapai 537 ton karbon dioksida, dimana naik dari tahun sebelumnya.

Di tahun 2017, pertama kali di dalam sejarah berbagai nergara mulai berkomitmen untuk mengatasi perubahan iklim lewat Perjanjian Paris. Akibat statistik terbaru, para pakar yakin bahwa Australia tidak akan memenuhi kewajiban berdasarkan perjanjian lingkungan yang telah dibuat.

“Semua perkiraan menunjukan bahwa Australia tidak akan mampu memenuhi komitmen Perjanjian Paris. Pemerintah pada dasarnya tidak punya rencana aksi. Kemungkinan besar emisi akan terus naik dan kita tidak bisa mewujudkan Perjanjian Paris,” ungkap Bill Hare seorang ilmuwan iklim dan direktur Climate Analytics dari sebuah institute riset independen.

Di sisi lain, pemerintah yakin bahwa angka perubahan iklim terbaru cukup menjanjikan. Para pejabat mengatakan bahwa kenaikan yang ada dikarenakan perdagangan gas alam. Walau menaikkan emisi karbon, pihak berwenang menegaskan bahwa gasnya digunakan dinegara lain untuk menggantikan batu bara.

Sumber :

https://www.voaindonesia.com/a/emisi-gas-rumah-kaca-australia-tunjukkan-peningkatan-/4953361.html

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *