Month: June 2019

WHO Sebut Perangi Polusi Bisa Membuat Usia Manusia Lebih Panjang

Hari Lingkungan Sedunia yang diperingati 5 Juni kemarin dijadikan ajang bagi para aktivis untuk mengimbau mengenai tindakan mengatasi polusi udara. Para peneliti menilai bahwa polusi udara adalah salah satu faktor pemicu yang membunuh jutaan orang setiap tahun dan memiskinkan masyarakat. WHO menganggap polusi udara sebagai risiko kesehatan lingkungan terbesar di dunia yang menewaskan kurang lebi ….  Read More

0 commentsUncategorized

Malaysia Pulangkan Ratusan Ton Sampah Plastik ke Negara Asalnya

Malaysia kembali memulangkan ratusan ton impor sampah ke negara asalnya. Negeri Jiran itu bersikeras tidak ingin dijadikan tempat pembuangan sampah global. Data dari Worldwide Fund for Nature (WWF) menyatakan bahwa terdapat sekitar 300 juta ton plastik yang sebagian besar berakhir mencemari laut dan juga berakhir di tempat sampah. Sebelumnya, China adalah negara yang menerima sebagian ….  Read More

0 commentsUncategorized

Penelitian Memprediksi Jakarta Memiliki Potensi diguncang Gempa 9,6 SR

Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi, Eko Yulianto, melakukan sebuah penelitian dan juga memprediksi adanya gempa besar uang memicu tsunami besar bisa terjadi dalam waktu 275 tahun ke depan. Gempa ini disebabkan oleh zona subduksi di laut Jawa bagian selatan. “Penemuan saya menemukan bukti yang terjadi 400 tahun lalu. Dulu terdapat gempa raksasa yang memicu tsunami raksasa ….  Read More

0 commentsUncategorized

China Bangun Penjernih Udara Raksasa Setinggi 100 Meter

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sejak 2019 mendaftarkan polusi udara menjadi salah satu masalah kesehatan global dunia. Sebanyak 9 dari 10 orang di seluruh dunia menghirup udara yang tercemar. Polusi udara ini dianggap sebagai pemicu utama meningkatnya risiko kanker, penyakit paru-paru dan pernapasan, dan juga penyakit jantung. Diperkirakan terdapat 7 juta orang meninggal setiap tahun ….  Read More

0 commentsUncategorized

Tempat Perginya Sampah Plastik dari Negara-negara Maju

Dampak beruntun yang terjadi berkat pemberhentian impor sampah kering seperti plastik, kertas, botol, dan kaleng minuman ringan yang dilakukan oleh Pemerintah China mulai terasa di berbagai daerah di Asia Tenggara. Pemberhentian ini dimulai akhir tahun 2017 saat Pemerintah China menilai bahwa bisnis daur ulang sampah sudah tidak lagi menguntungkan. Seorang Ocean Campain Director Kelompok lingkungan ….  Read More

0 commentsUncategorized