Sekolah di India Gunakan Sampah Plastik untuk Biaya Sekolah

Sampah plastik memang menjadi permasalahn global yang masih dicari solusinya hingga saat ini. Sebuah sekolah di India menggunakan sebuah cara baru sebagai alternatif memberantas sampah plastik sebagai syarat pengganti biaya sekolah.

Dilansir dari AFP, setiap minggu sebanyak 110 murid di Sekolah Akshar, Dispur, di Negara Bagian Assam di India membawa 20 buah sampah plastik yang dikumpulkan dari rumah atau area sekitar mereka. Pendiri ptotek ini bernama Parmita Sarma bersama suaminya Mazin Mukhtar. Sebelumnya sekolah ini benar-benar gratis, namun akhirnya  sekolah memberi kebijakan biaya plastik setelah melakukan permohonan kepada orangtua untuk mengambil bagian dalam skema daur ulang.

Sebelumnya, para orangtua kmemberi semacam perjanjian untuk tidak membakar sampah plastik dan meminta anak-anak untuk mengumpulkan sampah plastik dari rumah ke rumah. Cara ini juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran setempat. Menurut Environ (sebuah organisasi non-pemerintah setempat), area Dispur menghasilkan 37 ton sampah setiap hari, dimana jumlah ini meningkat 7 kali lipat selama 14 tahun.

“Sebelumnya, dulu kami membakar plastik dan kami tidak tahu gas itu berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan kami. Kami juga bahkan membuang sampah di lingkungan, namun ini tidak akan terjadi lagi karena terdapat langkah baru karena diprakarsai sekolah,” ujar Menu Bora, ibu dari satu murid.

Sekolah memanfaatkan sampah plastik itu dengan baik. Kantong plastik dimasukan ke dalam botol plastok untukmembuat batu bata ramah lingkungan yang kemudia digunakan untuk membangun gedung sekolah, bangunan toilet, atau jalur baru. Para siswa juga bahkan dibayar, karena tujuan sekolah adalah memotivasi mereka kembali ke sekolah dan mengeluarkan anak-anak dari pekerjaan di tambang batu setempat.

Sumber :

https://internasional.kompas.com/read/2019/06/05/11504121/di-india-biaya-sekolah-ini-dibayar-pakai-sampah-plastik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *