Perubahan Iklim Mengancam Habitat Asli Beruang Kutub

Setiap tanggal 27 Februari, diperingati sebagai Hari Beruang Kutub Dunia, dimana biasanya hari tersebut dijadikan suatu kesempatan tahunan bagi pelestari lingkungan hidup untuk menjelaskan status satwa paling buas dan juga terbesar yaitu keluarga beruang kutub.

Dilaporkan oleh Kevin Enoch, perubahan iklim mengancam habitat asli beruang kutub dan juga kelestarian spesies di alam bebas. Sekarang ini terdapat sekitar 30 beruang kutub di sejumlah kebun binatang Jerman. Sisanya kurang dari 100 ekor, berada di beberapa kebun binatang Amerika Serikat.

Seorang kurator beruang kutub bernama Florian Sicks mengemukakan bahwa terdapat sekitar 25.000 beruang kutub masih berada di lingkungan habitat aslinya dan jumlahnya itu tidak banyak. Namun, beruang kutub semakin terancam punah karena ancaman perubahan iklim yang bisa membuat es terus mencair.

Es di Lautan Arktik (Kutub Utara) kian hari terus berkurang dan terus mencair. Beberapa laporan bahkan mengatakan bahwa es terus mencair berkisar 10 persen perdekade. Tanpa adanya es, beruang kutub tidak bisa berburu anjing laut yang mana merupakan makanan utamanya.

Perwakilan WWF Rusia Mikhail Stishov mengatakan bahwa bahkan beruang kutub datang ke Novaya Zemlya untuk memakan sampah yang ada di sana. Terdapat banyak sisa-sisa ikan yang dibuang, dan itu menarik bagi beruang kutub.

Sejumlah pakar iklim memperkirakan Kutub Utara akan mengamali musim panas tanpa es mulai tahun 2050. Jika hal itu benar terjadi, maka pemerhati lingkungan yakin bahwa beruang kutub tidak akan bertahan hidup di alam bebas.

Sumber :

https://www.voaindonesia.com/a/perubahan-iklim-ancam-habitat-beruang-kutub/4823869.html

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *